Breaking News
Loading...

Dalam Setahun Malware Mobile Tumbuh 614 Persen

Dalam Setahun Malware Mobile Tumbuh 614 Persen
Produsen malware mobile dalam waktu satu tahun terakhir kian gencar menyebarkan software berbahaya. Terbukti, menurut laporan perusahaan penyedia jaringan asal Amerika Serikat (AS) Juniper Network, malware mobile tumbuh 614 persen dari Maret 2012 hingga Maret 2013.

Dilansir dari Cnet, Rabu (26/6/2013), hal itu diungkapkan Juniper Networks dalam laporan ketiga Mobile Threat Report perusahaan pada Selasa lalu. Juniper menganalisis lebih dari 1,85 juta aplikasi mobile dan kerentanan di seluruh operasi mobile (OS) utama untuk mendapatkan data "Mobile threat Report".

Menurut Juniper, OS yang terus tumbuh dimanfaatkan dengan sangat agresif oleh penjahat cyber. Daripada mencoba memecahkan semua OS, penjahat cyber justru cenderung menargetkan OS yang paling popular yaitu Android.

Mayoritas pengguna Android yang belum memperbarui perangkat mereka dengan versi terbaru, menjadi alasan bagi penjahat cyber untuk memilih OS tersebut. Pada bulan ini, misalnya, diketahui hanya empat persen pengguna Android yang menjalankan OS terbaru.

Dengan begitu, pengguna yang masih menjalankan Android versi lawas seperti Gingerbread dan Ice Cream Sandwich kehilangan kesempatan mendapatkan pembaruan keamanan dari Google.

Meski begitu, bukan berarti sistem operasi yang lain tidak rentan. Juniper memperingatkan bahwa penjahat bisa memanfaatkan semua OS, termasuk iOS.

"Eksploitasi teoritis untuk iOS telah dibuktikan, termasuk metode untuk menyelundupkan aplikasi berbahaya ke App Store Apple. Tapi penjahat cyber secara garis besar melihat 'penawaran yang lebih luas' dari Android. Tapi bukan berarti iOS lebih aman daripada Android," jelas Juniper.

Adapun mayoritas serangan malware berasal dari SMS Trojan yang menipu pengguna melalui pesan teks yang telah diatur oleh penjahat cyber. Sedangkan aplikasi yang banyak dimanfaatkan ialah Google Play, Skype, Adobe Flash, dan Angry Birds.

Untuk mengurangi risiko infeksi malware mobile, pengguna disarankan tidak membeli aplikasi dari toko aplikasi pihak ketiga, serta harus memperbaharui OS ke versi terbaru, dan tidak mengizinkan aplikasi mengakses informasi pribadi yang tersimpan pada perangkat.
"Tidak ada keraguan bahwa mobilitas akan terus menjadi kekuatan yang menyerap dan mengganggu di semua industri. Seperti evolusi ancaman berbasis PC, serangan mobile akan terus meningkat dan menjadi lebih canggih pada tahun-tahun mendatang," ungkap Juniper.

0 komentar:

Poskan Komentar

 
Toggle Footer