Breaking News
Loading...

Jejak Kejahatan Klewang

Jejak Kejahatan Klewang
PEKANBARU - Sosok Klewang belakangan ini menjadi perbincangan karena merekrut ratusan remaja menjadi anggota geng motor di Pekanbaru, Riau.

Dia selalu melakukan aksi kejahatan bersama para anak buahnya. Pria kelahiran Brebes, Jawa Tengah, 57 tahun silam, itu sebelumnya hanya preman kecil-kecilan.

Kapolresta Pekanbaru, AKBP Adang Ginanjar menjelaskan, saat kecil, Mardijo alias Klewang sudah dikenal nakal. Pada usia 17 tahun, Klewang pernah berurusan dengan polisi karena terlibat kasus pencurian di daerah Bandung. Dia dihukum penjara tujuh bulan. Namun, merasakan dinginnya lantai sel tidak membuat Klewang jera. Dia kembali melakukan aksi kriminal.

Pada 1996, pria berkulit hitam itu hijrah ke Pekanbaru, Riau. Di sana, dia kembali menghuni hotel prodeo selama 10 bulan karena kasus penganiayaan.

Rendahnya hukuman yang dijalaninya membuat Klewang tidak kapok. Pada 2011, dia ditangkap karena kasus pencurian dan dijatuhui hukuman penjara tujuh bulan.

“Setelah bebas itulah dia mulai ditakuti kalangan preman. Dia pun mulai membentuk geng motor. Waktu di Bandung, dia juga pernah. Selama perekrutannya dia berhasil mengkoordinir 500-an anak buah. Para anak buahnya didoktrin melakukan aksi kejahatan. Sebagian besar adalah kalangan pelajar," jelas Adang.

Dalam melakukan kejahatan, Klewang dan anak buahnya tidak mengenal siapa korbannya. Sudah puluhan warga Pekanbaru menjadi korban mereka. Dari kasus pemerkosaan, perampasan, pencurian, penganiayaan, dan perusakan. Tidak hanya warga, sejumlah anggota polisi juga dihajar mereka.

Tidak hanya itu, pada 2012 sejumlah markas polisi di Pekanbaru diserang ratusan anggota geng motor. Aksi nekat para anggota geng motor ini karena salah satu panglima mereka, Bambang yang tidak lain anak dari Klewang, ditangkap Polresta Pekanbaru.

“Dalam penyerangan Polresta Pekanbaru langsung dikomandoi Klewang. Begitu juga dengan kejahatan lain, seperti perampasan sepeda motor, jambret pencurian, hasilnya semuanya diserahkan ke Klewang,” sebutnya.

Klewang mendapat gaji Rp6 juta. Uang itu didapat dari uang iuran para anggota yang dikutip Rp5.000 per anggota per pekan. Tidak hanya itu, pria yang telah dikarunia enam anak itu juga mendapatkan layanan seks dari anggota wanitanya.

Namun, petualangan pria berbadan tegap itu berakhir setelah polisi menangkapnya di kawasan Stadion Utama Riau bersama sejumlah anak buahnya.

“Masih banyak kaki tangan Klewang yang belum kami tangkap. Mareka akan terus kita buru,” tegasnya.

Sumber

0 komentar:

Poskan Komentar

 
Toggle Footer